Friday, August 9, 2013

Moga Bunda Disayang Allah [Review]

Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik itu kesalahan kecil maupun kesalahan fatal, bisa di sengaja maupun ga di sengaja. Setiap orang juga punya kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi yang lebih baik untuk menebus kesalahan yang pernah ia lakukan. Tuhan selalu memperlihatkan keadilanNya, tapi kita manusia tidak pernah merasakan itu karena kita sendiri sudah melupakan Tuhan.



Kejadian itulah yang menimpa Karang(Fedi Nuril) yang selalu dihantui perasaan bersalah ketika gagal menyelamatkan 18 anak yang ia ajak berwisata laut. Karang sangat merasa bersalah walaupun pengadilan sudah memutuskan bahwa Karang tidak bersalah hingga ia memutuskan untuk menyendiri di sebuah pulau kecil dan menjadi pemabuk.

Keluarga konglomerat Bapak dan Ibu Haka(Donny Damara & Alya Rohali) mempunyai anak perempuan bernama Melati(Chantika Zahra) yang buta, bisu, dan tuli akibat kecelakaan. Melati tidak berkomunikasi dengan dunia sekitarnya hingga hampir di anggap gila oleh Tim Dokter yang merawatnya. Dokter pribadi keluarga Haka(Shandy Aulia) memberitahukan bahwa ada sesorang yang sangat sayang dan dekat dengan anak-anak yang mungkin bisa membantu keluarga Haka dalam merawat Melati yang tak lain orang yang di maksud itu adalah Karang. Ibu mencoba meminta Karang untuk mengajar Melati, setelah di bujuk oleh Ibu Asuhnya Karang bersedia menemui keluarga Haka untuk melihat keadaan Melati.

Karang sangat terkejut melihat keadaan Melati yang ia anggap binatang liar karena Melati makan memakai tangan dan mengobok-obok makannya. Ibu Haka mencoba menyakinkan suaminya bahwa Karang merupakan orang yang tepat untuk mengajarkan Melati untuk mengenal kembali dunia disekitarnya. Karena sering mabuk, cara mengajar Karang menjadi sangat kasar dengan meneriaki Melati dan memperlakukan Melati dengan semena-mena hingga membuat semuanya bingung dan takut. Pak Haka tidak mempunyai pilihan lain, Karang harus pergi meninggalkan mereka Karang menyakinkan Ibu Haka bahwa ia bisa mengubah Melati dan ia sendiri pun juga bisa berubah, sayang Ibu Haka tidak bisa percaya lagi kepada Karang di saat Karang bersiap pergi Ibu Haka memanggil Karang karena Ibu Haka melihat ada perubahan besar pada Melati di mana Melati sudah bisa menggunakan sendok untuk makan. Tanpa sepengetahuan Pak Haka yang sedang ada urusan bisnis di Frankurt, Ibu Haka membuat perjanjian dengan Karang untuk mengajar Melati dan di saat inilah Karang hampir bisa menemukan dirinya yang dulu melalui perjumpaan dengan kekasihnya yang dulu.

Perlahan tapi pasti Melati menunjukkan adanya perubahan di mana ia sudah mau mengenal dunia sekitarnya. Pak Haka mengetahui Karang masih ada dirumahnya kemudian Karang pun di usir dan Karang kembali menyendiri di pulau kecil bersama Ibu Asuhnya dan tentu saja kembali menjadi pemabuk. Saat hujan turun Karang seperti menemukan adanya Tuhan ia pun bergegas ke rumah keluarga Haka, saat seisi rumah heboh mencari Melati Karang menemukan Melati sedang di halaman rumah bermain air hujan, di saat itu pulalah Karang membuktikan kepada Bapak dan Ibu Haka bahwa ia bisa mengajarkan Melati mengenal dunia sekitarnya dan Karang di minta oleh Bapak dan Ibu Haka untuk tetap mengajarkan Melati mengenal kembali dunia sekitarnya. Bapak dan Ibu Haka mengajak Karang berlibur bersama dokter pribadi mereka, cinta Karang dan dokter kembali bersatu. Malang tak dapat dihindari dalam perjalanan pulang libur bus yang ditumpangi Pak Haka beserta rombongan mengalami kecelakaan masuk ke sungai, di saat ini pula lah Karang menjadi teringat peristiwa ia tidak bisa menyelamatkan 18 anak ia ajak berwisata laut. Karang mencoba melawan trauma dan rasa takut dengan mencoba menyelamatkan Melati dan Karang berhasil menyelamatkan Melati dan melawan traumanya. Waktupun berjalan Karang menjadi penerima penghargaan sebagai pemerhati anak dan mempunyai keluarga kecil yang bahagia, Melati bisa melalui fase sebagai anak normal hal ini dibuktikan dengan Melati bisa ikut di wisuda. 

Film Moga Bunda Disayang Allah sendiri film yang di adaptasi dari novel yang berjudul sama karangan Tere Liye. Film ini menyampaikan pesan moral untuk bersyukur, tidak mudah menyerah, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang belum tentu salah kita, Tuhan memang adil.

Walapun film ini bukan drama religi(kata produser dan sutradaranya) tapi entah kenapa film ini mengajarkan kita percaya bahwa Tuhan itu memang adil. Kita sering merasa Tuhan tidak adil itu lebih kita sendiri yang bebal dan tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Dari tokoh Ibu Haka sendiri ingin Melati anaknya yang buta, bisu, dan tuli tidak hanya bisa mengenal kedua orang tuanya tapinya mengenal Tuhan nya yaitu Allah SWT. Adanya dokter muda yang pernah menjadi kekasih Karang menjadikan film ini setengah drama percintaan. Secara keseluruhan film ini menyuguhkan kisah kasih sayang yang tulus dari seorang ibu kepada anaknya walapun anak nya itu sendiri bisa dikatakan sangat membuat repot ibunya. Film Moga Bunda Disayang Allah layak di tonton oleh semua umur, selain jalan ceritanya mudah diikuti pesan moralnya juga sangat kuat.

No comments:

Post a Comment

Tiket Bus Dengan Format Ms. Excel

 Hi Teman-teman, Udah lama buangeeetttt ga update blog ini dan mungkin juga udah di anggap ilang sama Google.  Mumpung ada energi positif bu...