Bulan September sebentar lagi akan berlalu, kalau Vina Panduwinata dalam salah satu lagunya mengatakan bahwa bulan September ini adalah bulan yang ceria. Buat gua bulan September ini adalah bulan yang bikin stress. A lot of pressure from my work, I hope to be like in Greenday song titled "Wake Me Up When September Ends". Tidur pada awal September kemudian bangun di akhir September. Lalu terima gaji(oh sungguh enak dan indahnya hidup ini). Sudah hampir berakhir bulan September. Gua belum bikin postingan di blog gua ini.
And, here we goessssssssssss...........
Idealisme merupakan kata yang sering kita dengar bahwa sering kita(lihat aja header blog gua kan ada kata idealisme, hehehe). Begitu juga kata egoisme. Kata ini sering kita dengar, pakai, dituduhkan ke kita. Tapi apa sih sebenarnya idealisme dan egoisme itu ? Apakah kedua kata itu artinya sama. Atau memiliki keduanya memiliki arti yang berbeda.
OK, mari kita cari tahu arti dari kedua kata tersebut di atas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI):
idealisme /ide·al·is·me/ /idéalisme/ n
1. Aliran ilmu
filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg
dapat dicamkan dan dipahami;
2. Hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna;
3. Sas aliran yg mementingkan khayal atau
fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng
kenyataan
egoisme /ego•is•me/ /égoisme/ n
1. Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain;
2. Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri.
Bila di kita baca dari artinya yg menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Idealisme dan Egoisme sudah memiliki perbedaan. Idealisme lebih mengacu kepada kata kerja, sedangkan egoisme mengacu pada kata sifat.
Tapi entah kenapa, masih banyak masyarakat yg sering menyamakan idealisme dengan egoisme. Bahwa seseorang tidak akan menjadi egoisme kalau tidak mempunyai idealisme. Menurut gua sih itu sudah salah. Masing individu memiliki idealisme sendiri. Terkadang dan sering idealisme mereka harus mengalah dengan kepentingan kelompok ataupun orang lain. Yang tidak bisa/tidak mau mengalah demi kepentingan kelompok ataupun orang lain. Lebih memilih mempertahankan idealismenya atau dengan keluar dari kelompok tsb. Ada juga yang memilih ke kelompok lain demi bisa mengeluarkan idealisme yg ada dalam otak.
Memang susah bila dalam suatu kelompok idealisme kita tidak di terima dan bila kita keluar dari kelompok bisa di anggap egois. Kita lihat saja Ahmad Dhani ketika dia mendirikan Ahmad Band karena idealisme tidak bisa ia keluarkan karena bertentangan idealisme Dewa 19. Begitu juga Eros Sheila On 7. Eros mendirikan Jagostu juga karena ada idealisme dia yg tidak mungkin dia sampaikan di Band Sheila On 7.
Intinya sih, idealisme bisa kita salurkan/curahkan pada waktu dan tempat yang tepat. Bila tidak bisa menyalurkan pada waktu dan tempat yang tempat. Paling tidak kita mempunya tempat lain yang bisa menyalurkan idealisme kita, tanpa harus merugikan tempat sebelumnya.
Bye
Good Morning(karena gua postng ini sudah hampir jam 2 pagi)
No comments:
Post a Comment