Gua sendiri nggak tahu mau ngomong apa via postingan kali ini. Pastinya sih, gua nggak mau ngucapin Selamat Hari Valentine.
Bagi gua sendiri, hari Valentine yang identik dengan hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, rasa cinta. Sama aja kayak hari-hari biasanya(bukan karena gua sentimen dengan udah punya pacar, sedangkan gua masih jomblo). Opini gua sih, ngapain juga menunjukkan rasa kasih sayang, rasa cinta cuma pada tanggal 14 Februari aja.
Kalau pun gua kasih tiramisu cake kepada temen deket gua, itu cuma semata karena timbal balik aja karena kemarin sudah nolongin gua. Selebihnya nggak ada maksud apa-apa.
Heran aja, kenapa Hari Valentine yang notebenenya bukan kebudayaan asli kita dirayain sampe heboh banget. Pengalaman di tempat kerja gua sebelumnya dan tempat yang sekarang, sama aja. Setiap hari Hari Valentine ada acara tukar menukar cokelat(mending kalau dapet cokelat mahal, lah kalau dapet cokelat Cap Ayam Jago?). Miris aja sih kalau di lihat dari sejarahnya, Hari Valentine merupakan hari untuk memperingati meninggalnya salah satu tokoh agama Nasrani.
Supaya postingan gua tidak menyinggung ke salah satu agama. Gua nggak mau ngebahas soal sejarah Hari Valentine. Lebih baik baca sendiri aja sejarah Hari Valentine di sini.
Andai Hari Valentine itu tidak pernah ada, betapa indahnya dan damainya dunia ini. Nggak usah repot-repot bikin dekorasi, nggak perlu khawatir budegt gede buat beli cokelat. Damai dan indah kan.